MY SECRET sssssttt… (MERAPI)
Senin, 25 oktober 2010
Mungkin hari itu adalah awal mulanya pengalaman hebat ketiga dalam hidup saya, setelah pernikahan orang tua saya, kelahiran saya dan sejarah menjadi seorang relawan.
Hari itu kampus saya memulai ujian tengah semester 2 MMUGM, pemberitaan tentang awas merapi mulai beredar luaasssss, media pun mulai menyiarkan tentang kondisi merapi secara agressive, sejujurnya saya tak memiliki televisi untuk melihat pemberitaan tersebut tapi saya bisa mengetahuinya melalui internet. Meskipun status merapi sudah awas tetapi keadaan di jogja masih seperti biasa dan lancar tanpa ada kepanikan yang berarti. Kampus kami dan berbagai perusahaan pun masih melakukan kegiatannya seperti biasa. Masyarakat luar jogja pun tidak begitu kuatir terhadap status merapi ini. Dan saya pun sama sekali tidak ingin melihat dan mengetahui merapi karena saya hal itu adalah sesuatu yang bodoh, dan berbahaya. Saya berfikir MENYINGKIRLAH DARI MERAPI! Coz merapi akan meletus dan terlalu bodoh apabila malah mendekatinya.
Selasa, 26 oktober 2010
Pagi itu aktivitas saya juga masih tetap menjalankan aktivitas seperti biasanya. Masyarakat jogja pun tidak terlalu kuatir dengan pemberitaan tersebut.
Malam harinya Tiba tiba saya di telpon oleh orang tua saya mengenai letusan merapi, sejujurnya saya belum tahu dan mereka lebih update. Karena sekali lagi saya tidak memiliki televise dan hanya mengakses berita melalui internet. tim saya outbond pun mulai panik menanyakan bagaimana kondisi tempat outbond yang akan kami adakan 4 hari kemudian. Dan ternyata tempat yang berlokasi di daerah sekitaran wates tersebut sama sekali tidak terkena dampak letusan, dan karena saya adalah kordinator survey maka saya ditugaskan untuk terus memantau kondisi lokasi tersebut. Dan selanjutnya saya berhasil tetap meyakinkan teman teman, pihak kampus dan peserta bahwa outbond aman!
Saya tipikal orang yang sangat menyukai tantangan, ilmu, dan pengalaman baru. Berita tersebut tentu saja berdampak besar bagi saya. Melihat adanya berita seperti itu dan melihat beberapa dusun akan diungsikan. Wow!itu sesuatu yang besar.
Hari ini pemikiran saya mungkin bertentangan dengan hari pertama. Hal itu karena hari pertama saya berfikir mengingat merapi adalah gunung berapi yang sangat aktif maka letusan itu sangat biasa dan saya tidak mengatahui bahwa ternyata banyak dusun dari beberapa desa ternyata akan mendapat imbas dari letusan merapi.
Berita tentang erupsi merapi tersebut sangat menantang hati saya untuk menjadi relawan. Padahal saat itu saya memiliki beberapa pekerjaan, pertama adalah outbond, kedua adalah career days, ketiga adalah ujian tengah semester plus tugas tugas kampus, dan terakhir adalah tentang janji saya untuk menjadi seorang marketing di perusahaan variasi dan cuci mobil teman saya.
Ajakan untuk memotret merapi dll pun tidak dapat saya lakukan karena saya sedang menjalani ujian tengah semester.Dan fikiran saya malam itu hanyalah…
“relawan relawan dan relawan…”
Rabu, 27 oktober 2010
pikiran saya hanyalah “relawan relawan dan relawan..”. hari itu adalah hari ujian tengah semester saya yang ketiga. Dan saya mendapat jatah libur sehari untuk setelahnya jumat melanjutkan ujian lagi. Hari itu saya merencanakan dan akan sangat memaksa malam hari saya bisa berangkat ke merapi menginap dan tentu saja menjadi relawan! Membaca di twitter ada seorang teman saya dari FK UGM yang akan bergabung menjadi relawan. dari info tersebut tentu saja saya kejar! Tetapi karena beliau tidak bisa menjanjikan untuk berangkat malam itu maka saya pun menghubungi teman saya yang memang telah aktif dan terlatih menjadi seorang relawan. dari teman saya yang kedua, beliau menyuruh saya untuk pergi ke merapi dengan independent dan jaminan untuk banyak pekerjaan di dapur umum. Terserah!apa saja yang penting saya ingin menjadi seorang relawan!!
Karena saya telah mendaftar di teman saya yang pertama maka saya pun lebih mengutamakan teman saya yang pertama, setidaknya saya berfikir bahwa saya mempunyai cadangan.
Pertemuan tersebut diadakan di kesbanglimas Jogjakarta, deket tugu disebelah hotel phoenix Jogjakarta. (katanya) briefing untuk menjadi seorang relawan, pikiran saya adalah memang perlu briefing untuk menjadi seorang relawan agar tahu apa yang harus dilakukan. Niat saya sudah bulat tapi mental saya masih naik turun tapi mundur adalah tindakan paling pengecut!
Ternyata FPRB (forum pengurangan resiko bencana) adalah kumpulan dari LSM LSM, saya melihat IOM yang merupakan LSM dunia, pers, combine, idea, LSM dari kesehatan dan banyak lagi! Apa ini???pikiran saya, koq sangat formal dan terdiri dari LSM LSM hebat????akhirnya saya membawa nama majalah saya untuk bisa berkumpul bersama mereka, asal saya bisa menjadi relawan saya melakukan semuanya!
Pertemuan tersebut sangat formal, detail dan membahas bagaimana penanggulangan bencana dengan sangat professional!kita dibagi dalam beberapa cluster, dari kesehatan, MCK, hingga informasi dan media. Mereka terlihat memang terbiasa untuk melakukan itu dan saya sejujurnya terlihat bodoh dan plin plan. Hey! Saya amatir guys…
Saya sebenarnya ingin bermain bersama anak anak dan bercanda bersama mereka. saya ingin dekat dan ingin menjadi bagian dari mereka. selain itu saya tidak suka di pusingkan oleh sesuatu yang teknis. Tetapi karena saya adalah seorang pers maka saya harus berkontribusi sesuai dengan bidang saya. Mau tak mau saya ikut dalam bidang informasi dan media. Disitu saya bersama teman teman dari (pastinya) pers, radio komunitas atmajaya, LSM combine dan IOM. Kami saling bertukar fikiran tentang bagaimana cara kami untuk berbagi informasi tentang merapi. Malam itu kita hanya berembuk masalah itu dan kita diutus untuk bawa ke lembaga kita masing-masing (seharusnya).
Akhirnya malam itu saya tidak jadi berangkat menuju merapi walaupun sangat ingin!!karena teman saya mengajak saya untuk melihat perkumpulan komik di distro daging tumbuh dan memang cuaca juga hujan, sejujurnya beberapa detik saya merasa sangat kecewa. Tetapi ada hal lain yang malam itu saya dapatkan yaitu saya mendapat teman baru dan ilmu baru tentang komik. Kenalan baru saya waktu itu adalah beng rahardian. Wow!tapi saya banyak belajar komik dari orang lain (maaf saya lupa namanya), beliau menceritakan tentang bagaimana semiotika dalam komik, karakteristik komikus komikus dll ternyata dapat diketahui. Dan ternyata klo difikir hampir hampir mirip di semua kesenian, music, lukisan, foto, tari, berita dll. Ckckckck...saya mempelajari itu di S1 dan saya baru menyadari dan paham itu setelah beberapa tahun kemudian.
Pulang dari belajar komik malam itu, saya diajak menuju ke warung kopi milik teman saya. Meskipun saya terasa sangat lelah tapi saya pikir okelah mungkin bisa menghilangkan kekecewaan saya karena batal ke merapi. dan benar juga, seperti biasa saya berhasil mengorek ngorek tentang bagaimana kopi dari seorang baresta yang setidaknya lebih mengerti kopi daripada saya.
Kamis, 28 oktober 2010
Saya bersama teman saya dari majalah yang merupakan kordinator saya di bidang news menghadiri FPRB lagi, dan membahas bagaimana yang seharusnya di lakukan dalam informasi dan media tentang merapi. combine yang sepertinya memang lebih berpengalaman dalam bidang informasi bencana alam mempresentasikan dengan sangat detail bagaimana mereka memberikan layanan informasi ke masyarakat. Dan akhirnya kami setuju dengan cara mereka dan kita bersedia untuk menjalankannya.
Ilmu yang di presentasikan oleh combine akan saya jelaskan di "temuan" saya.
Jumat, 29 oktober 2010
Pukul 8.00 WIB kami berkumpul kembali dan akan diberangkatan pagi itu juga bersama dengan relawan relawan lain. Saya tak bisa ikut karena sekali lagi saya harus ujian tengah semester dan saya ingin sekali untuk ikut!aaarrrgh…
Ujian tengah semester dengan no focus, no konsen dan yang terbayang hanyalah “merapi dan relawan”. selesai ujian saya langsung mencari tim FPRB dalam jalin merapi yang sekiranya bisa memberangkatkan saya!saya telpon kesana kemari demi ambisi saya!mungkin mental yang kurang kuat, tapi tekad yang kuat sehingga saya merasa kecewa dan murung ketika saya tahu bahwa saya tidak bisa berangkat malam itu, tapi bukan saya namanya jika saya menyerah. Bahkan saya akhirnya nekat untuk datang ke kantor salah satu LSM FPRB bernama idea agar saya bisa berangkat menuju merapi!
Akhirnya saya bertemu dengan mas budi salah seorang pencetus jalin merapi. dan beliau terlihat sangat menghargai tekad saya itu. Beliau akhirnya memberi kabar gembira bahwa saya bisa berangkat malam itu pada pukul 22.00 WIB. Bisa dibayangkan bagaimana saya yang semula hanya murung dan diam tiba tiba seperti mendapat hadiah yang sangat besar!hahaha.
Dan tentu saja saya langsung bersiap daaaaaaaan BATAL! Karena sopir kurang kordinasi maka saya ditinggal bersama logistik yang akan dikirim.*kecewanya bukan main, tapi saya menghargai mas budi. Beliau merasa tidak enak dan saya tahu itu bukan kesalahan beliau. Mungkin saya disuruh beristirahat. Tak apa, tapi beliau menjanjikan saya berangkat esok pukul 9.00 WIB. Tiba di kos saya langsung tidur.
Sabtu, 30 oktober 2010
01.10 (saya tak tahu tepatnya) merapi meletus dan merupakan letusan besar. 01.30 WIB telpon berdering nyaring nyaring. Selain kabar yang paling istimewa adalah tentang jadwal acara outbond saya yang seharusnya memang dilaksanakan pada hari itu. Telpon ke teman teman jalin merapi pun bergerilya. Telpon ke tempat outbond pun dilakukan. Akan tetapi jaminan keamanan tidak dapat membendung kepanikan teman teman, pihak kampus dan keluarga untuk memutuskan outbond BATAL! Hal itu Karena jogja terkena dampak abu vulkanik dan menyebabkan jogja sangat ber-abu, serba putih dan abu-abu, dan sangat mengganggu di kota jogja, tebal sekali abunya.
Sejujurnya pikiran saya hanya cepat cepatlah saya jadi relawan. setelah saya urus pembatalan ourbond maka saya pun dengan adrenalin menuju srumbung magelang untuk menjadi relawan. itu adalah hal yang saya nanti nantikan guys! Di jogja udara sangat berdebu tapi di srumbung ternyata sama sekali tidak berdebu padahal lokasinya lebih dekat.
Pukul 09.00 WIB pun saya berangkat bersama teman saya andi mengangkut banyak semangka, air minum danbeberapa logistik dari kantor menuju srumbung. Pengungsi yang membludak memberi tugas saya untuk langsung survey menuju pos pos pengungsi yang belum tercover!jalan jalan hari itu, bertanya dan lain lain. Dan tanggal ini merupakan tanggal pertama saya dilapangan.
Bertemu dan bekerja dengan anak anak yang sangat bersemangat, rajin, tekun, lucu dan cepat beradaptasi merupakan pengalaman yang hebaat!!
Setelah itu teman teman dari MM UGM Alhamdulillah berinisiative untuk menyumbangkan dana outbond ke merapi!satu bis guys, woooo…disebarkan ke beberapa titik pengungsi.
Skenario FPRB dijalankan, dan informasi pun cukup lancar!hanya saja sinyal operator. Kordinator di posko itu adalah seseorang dengan muka seram tapi bertingkah lucu,hahaha namanya deka!dan tukang pegang laptopnya adalah teman dekatnya bernama alan. Saya akan menceritakan kedua orang itu di profil.
Kepanikan di Jogjakarta ternyata tidak sampai di kaki merapi, kami sangat fun dan pengungsi pun sepertinya sudah terbiasa. Logistik terus berdatangan, di catet, di simpen dan di publish ke cluster dan pembaca media media FPRB.
Setelah semua (karena tidak begitu banyak dan telah sering terjadi) pos pengungsi terkordinir maka tugasnya hanyalah memantau distribusi logistik, keadaan pos pengungsi dan keadaan pengungsi itu sendiri.
Prestasi hari itu cukup oke, pertama saya dan teman saya andi berhasil mempertemukan dua orang sahabat yang telah terpisah sejak tahun 1994. Kedua kita menemukan tempat yang belum tersentuh bantuan dan pengetahuan baru bagi saya tentang Jogjakarta adalaha selain yang masyarkatnya (sangat) ramah juga “nriman”, mereka ikhlas dengan yang telah dimiliki. Bahkan dengan sesuatu yang sangat penting dan untuk kepentingan nyawa banyak orang. Bagaimana pemikiran mereka saya tak tahu….
Kapala desa ketep adalah salah satu contohnya, beliau dengan sangat ramah mengundang kami, lalu kami di jamu dan beliau mulai bercerita tentang keadaan desanya. Yang mencengangkan beliau tidak memiliki alat komunikasi yang memadai agar desanya terhubung dengan dusun dusun di bawah lereng ketep. Itu hal yang sangat tidak lucu mengingat jarak puncak merapi sangat dekat dengan dusun dusun itu. Dan apabila wedus gembel mangarah pada daerah tersebut hanya dalam waktu kurang lebih 10 menit!tiga dusun langsung menjadi sejarah!!!dan beliau itu sama sekali tidak meminta dan ikhlas apabila memang tidak memiliki peralatan itu. Itu sesuatu yang konyol.
Kami memberikan laporan laporannya dan tugas dilaksanakan membagikan logistik. Sangat lega berada disana, bertemu dengan orang orang baru, hebat, loyal, mandiri dan yang jelas kita jauh lebih tidak panik diatas daripada hanya duduk di depan televisi melihat, dan mendengarkan berita merapi!diatas tidak sepanik itu.
Hari itu saya melihat bagaimana indahnya merapi, bagaimana suburnya tanah di merapi, bagaimana segarnya udara di merapi, ramah dan airnya benar benar membuat betah. Kebun salak dan palawija ditanam dengan lebih rapat dibanding tanaman tanaman di tempat lain, dan itu masih bisa tumbuh.
Malam harinya teman saya andi pulang dan meninggalkan saya dengan berita tidak enak. “Diiiin…ini adalah rumah terakhir perbatasan desa yang diungsikan, kampung diatas sudah diungsikan semua, tinggal bapak bapak yang jaga kampong dan pos pengungsi”. What?????!!!!hahahaha. saya butuh materei kalau begitu. Dan ID card agar mudah diidentifikasi.hahaha
Minggu, 31 oktober 2010
Pekerjaan hari ini “hanya” penerimaan dan pembagian logistik. Karena hari minggu banyak sekali bantuan logistik yang datang dan kami pun langsung membagikannya ke pos pos pengungsi yang membutuhkan. Kesibukan kami bahkan hingga kami tak sempat untuk menyentuh makanan yang telah disediakan hingga akhirnya sarapan menjadi dingin dan makan sore. Sangat sibuk mengurus logistik.
Teman teman kedokteran, dan jurusan lain dari UGM, UI dan Unpad datang pun saya tak tahu. Mereka pun langsung menuju ke pos pengungsi ditemani andi dan teman teman dari FK UGM.
Setelah itu mereka menuju pos pemantau merapi. dan dengan tiba tiba andi datang ke posko saya dan menyuruh saya dengan nada sedikit bentak agar segera masuk ke mobil!jujur saya kaget dan reflek, saya berfikir dia mau mengajak saya pulang karena saya tak punya teman bareng untuk pulang. Padahal waktu itu pekerjaan saya masih banyak..
Tiba tiba andi bilang baru saja dari pos pemantau dan merapi meletus, saya baru sadar kalau orang orang kampung saat itu sedang panik!oalaaaah…kabuuuuuuuuuurrrrrr!!!saya pun kiriim sms ke teman teman posko agar segera turun!
10 menit kemudian setelah keadaan kami rasa aman. Kami pun kembali naik dan menuju posko. Mengejutkan!teman teman posko srumbung malah asyik makan dan bercanda!dan ini kesempatan kita makan!mumpung sepi,hahahaha
Malam harinya saya mengantarkan logistik ke pos pengungsi, melewati kebun salak yang sangat gelap, pulangnya nyasar dan malah menuju ke kebun salak luas tanpa ada penerangan sedikitpun yang ada hanya lampu sepeda motor kami!sangat gelap, saya jadi terbayang bagaimana jaman dulu. Terbayang bapak, terbayang kampung jombang, bagaimana perjuangan orang orang dulu. Dan saya malu jika kalah dibanding mereka!yang mereka sangat minim fasilitas sedangkan saya dengan banyak fasilitas dan kesempatan!malu bukan???
Malam itu pun saya pulang larut menuju jogja dan akan kembali beraktivitas menjadi seorang mahasiswa MM UGM.
Senin, 1 november 2010
Jogja masih tetap berabu tebal dan semua serba masker!
Pukul 10 saya kuliah dan seperti biasa TERLAMBAT!hahaha
Saya datang tepat pukul 10.10 si merapi sedang meletus dahsyat!!!dan KIRIM SAYA KE MERAPIIIIIIIIIIIIIIII!!!!tetapi pihak kampus seakan cuek dengan teriakan saya. Saya ingin sekali dsana, saya terus kepikiran teman teman dan nasib merapi, saya tak mau hanya melihat di televise yang malah membuat saya panik dan karena saya tahu bagaimana trik pembuatan berita. Yang lebih mengecewakan ternyata nilai saya jelek!padahal saya sudah belajar, mungkin karena saya beberapa kali absen, tapi absen saya tak pernah akibat malas tapi kebanyakan akibat pekerjaan dan pemindahan jadwal yang memang saya sedikit kurang teliti mencatat pemberitahuan pemberitahuan tersebut. Tak apalah, saya ikhlas dan akan terus berusaha menaklukkan kampus ini.
Dan pikiran saya terus merapi merapi dan merapiiiii dari hari ke hari telpon terus berdering menanyakan tentang merapi, merapi, merapi…
Selasa, dan rabu 2-3 november 2010
Saya menjalani aktivitas seperti biasa dengan hari hari jogja diselimuti abu vulkanik. Masih pekat dan pikiran saya hanya terus memikirkan merapi.
Kamis, 4 november 2010
Hari ini saya kuliah dan esok memiliki 4 hari libur. Seperti yang kalian duga saya sudah tidak sabar untuk segera menuju ke merapi. pukul 18.00 setelah saya rapat career days di kampus saya. Sejujurnya saya berencana izin untuk verifikasi awal career days esok hari. Saya pun bergegas pulang dan menghubungi teman teman bertanya siapa yang akan berangkat hari ini. Akan tetapi karena terlalu lelah saya pun tertidur dan tidak memperhatikan bahwa ternyata ada teman saya yang berangkat di malam hari ini.
Jumat, 5 november 2010
Pukul 01.00 adalah salah satu letusan terbesar merapi
Pukul 01.30 tiba tiba saya terbangun dengan begitu banyak telpon berdering dan sms bertanya keadaan merapi. ya! Itu letusan yang sangat besar. Panik dmana mana. Getaran terasa hingga ke jogja, suara merapi terdengar hingga radius lebih dari 30km. abu, pasir, kerikil bahkan batu besar dimuntahkan oleh merapi yang seharusnya terlihat cantik. Saya pun di hubungi untuk segera menuju ke kesbanglimas. Semua orang panik guys!semua orang berfikir menyelamatkan diri. Saya sama sekali tidak. Saya justru penasaran. Ini sejarah!dan saya harus merasakan dan berada di tengah tengahnya!hahaha
Saya pergi ke kesbanglimas pukul 02.00 dini hari untuk briefing apa yang terjadi dan apa yang mesti dilakukan. Pembicara bercerita bahwa saat ini suasana sangat crowded. Semua orang mengungsi!panik dimana mana. Meninggalkan keluarga dll. Mendengar itu suasana menjadi sangat mencekam, dan memang benar benar mencekam. Sepanjang jalan malam itu dipenuhi abu. Bahkan pengungsi hingga ke UGM!gosssh hingga sejauh itu pengungsi harus mengungsi!kalau saja akhirnya diungsikan lagi so berarti Jogjakarta habis!
dini hari itu sungguh luar biasa mencekam. Jogja seperti kota abu-abu!tak ada warna lain. Saya menuju ke stadion maguwoharjo. Letak stadion itu sekitar 4 km dari ringroad congcat. Tiba disana saya tercengang!sangat crowded, semua orang panik. Relawan pun panik tak tahu apa yang harus dilakukan. Kami langsung melakukan tugas kami untuk survey lokasi stadion. Mana yang bisa digunakan dan bagaimana kondisi MCK!saya berkeliling. Di lantai 1 pungungsi sumpel-sumpelan tetapi di lantai 3 dan 4 sangat longgar. Ayoooo…knapa kalian tidak naik ke lantai 3 dan 4 saya berfikir seperti itu. Saya kembali ke lantai 1 dan melihat MCK pun banyak yang tersumbat. Saya memutar berkeliling di stadion itu dan dengan jelas mendengar aktivitas merapi!!seakan akan meraung raung ganas. Seperti raksasa marah dan melahap semuanya. Benar benar panik!stasiun TV begitu banyak. Pengungsi pun begitu ramai. Yang ditandu karena sesak nafas, karena kecapaian, karena cidera banyak sekali. Bahkan saya melihat beberapa tua turun dari kendaraan dengan ditemani RELAWAN!bukan KELUARGAnya. Ya mereka terpisah!mereka mencari cari keluarganya. Kasihan…
Pukul 07.00 pagi kami kembali ke kesbanglimas untuk kembali berkordinasi. Kami mengumpulkan foto foto yang telah kami dapat. Luar biasa panil pagi itu. Saya hanya membayangkan teman teman saya di srumbung!bagaimana keadaan mereka ya???...
Pukul 08.00 kami diutus pulang dan beristirahat, saya berfikir bagaimana saya bisa beristirahat dengan keadaan jogja yang seperti itu???ayooo…kirimkan sayaaaaaa!!! Dan satu pesan yang saya dapat hari itu adalah “DALAM KEADAAN SEPERTI INI, PEMENANGNYA ADALAH ORANG ORANG YANG BISA MEMANAGE ISTIRAHATNYA” kata pembicara kami sembari tidur-tiduran. Saya disuruh datang lagi pukul 19.00 WIB nanti malam.
Pukul 08.00 WIB saya pulang dan segera bersiap menuju ke kampus untuk verifikasi event kami career days. Event yang berbulan bulan telah kami bangun. Event kecil tetapi seperti event nasional!hahaha. event ini adalah sebenarnya bagian dari CSR UGM. Ajang pencarian kerja bagi lulusan UGM. Semua serba gratis, dari tempat, perusahaan, peserta, bahkan panitia semua gratis. Syukurlah, career days kali ini diikuti oleh 14 perusahaan besar. Dan promosinya pun luar biasa. Applause dari pihak kampus dengan tidak menambahkan nilai saya hanya memberikan senyum kecut palsu kecewa. Ya pak direktur saya tetap akan memberi yang terbaik. Air tuba tetap saya kasih air susu dech. Tak apa saya yakin dengan begitu saya tetap jadi pemenang!hahaha. yang penting kata bapak itu ilmunya. Tapi ilmu juga tak penting kalau tidak digunakan untuk orang lain.
Suasana kampus ramai tapi hanya pegawai dan panitia career days. Suara suara hebat untuk meliburkan perkuliahan semakin kuat. Kedokteran, farmasi dll sudah libur. Dan MM UGM hingga selesai sholat jumat baru meliburkan perkuliahan. Libur kuliahan means career days pun dibatalkan atau diundur. Ya ya ya kesibukan pun akhirnya dimulai! Menghubungi perusahaan, peserta, media patner, pasang pengumuman disana sini. Ya ya ya…lets rooock!
Pukul 17.00 sore kami saya diminta untuk membantu pihak MM UGM untuk memberikan bantuan logistik untuk merapi (paaaaak..bantu nilai saya juga duuuunk.. ). Dari permintaan tersebut saya baru sadar bahwa otak dan nilai tidak sepenuhnya yang paling dibutuhkan,hihihi. Ada hal lain selain itu, dan saya jauuuuh lebih bernilai dari orang orang yang ber IPK tinggi untuk saat itu, yaaaa..semoga perusahaan nanti juga seperti itu. dan semoga perusahaan nanti juga akan seperti itu :).
Saya pun langsung menghubungi link link saya dan bertanya lokasi lokasi yang paling membutuhkan bantuan saat itu, saya tahu bagaimana stadion maguwoharjo paniknya!selain melihatnya secara langsung saya juga berkali kali dihubungi untuk pergi kesana dan membantu. Tapi ternyata maguwoharjo bukan tempat yang direkomendasikan!hah???saya diutus ke magelang (lho?itu kan tempat teman teman saya?bagaimana keadaan mereka?), klaten dan boyolali. Tapi menurut kampus tempat itu terlalu jauh, apalagi malam itu suasana panik dan hujan! Akhirnya sleman tempat yang kami tuju. GOR sleman. Melihat tempat itu, ternyata memang benar, sangat kasihan melihat pengungsi padet, tidur dempet-dempetan, dingin hujan, tua, balita, dewasa campur. Ada yang tidur diluar karena di dalam stadion tidak cukup. Hari ini asal kalian selamat dech! Panitia pun terlihat sangat sibuk dan lelah, semangat ya paaak. Hari ini memang suasana horror! Saya mendapatkan beberapa gambar tentang suasana itu.
Setelah kami menyalurkan bantuan, saya membantu teman saya untuk mengurus keluarganya. Kami pergi ke statiun dan macet!dan crowded!semua ingin lari dari jogja!!saya justru berfikir harus bertahan! Selain bencana alam ini juga bencana media yang benar benar menggunakan dramatisasi berita. Hey!ini terlalu jauh, hingga jogja pun jadi sepi. Kenapa harus lari dari jogja??tak mungkin sampai tu merapi ke jogja. Kalaupun tidak aman, kenapa pengungsi ke jogja. Bukankah cari tempat yang aman???*applause buat media.
Sabtu, 6 november 2010
Sms pagi itu berasal dari teman saya anggit tut pinilih. Yang bercerita tentang suasana malam hari ketika beliau pulang menyusuri jalan ke magelang. Sangat mencekam!pohon roboh, pengungsi di jalanan, hujan, listrik padam, dan mereka hanya membangun pendopo. Dia tak tega, saya tahu dia orang hebat dan tak akan diam saja. Berkali kali meminta saya untuk menyampaikan informasi itu. Karena saya rasa beliau lebih mengerti kotanya, dan keadaan pengungsi bahkan saya memberikan ID saya untuk menginformasikan ceritanya itu. Tapi beliau tidak mau. Beliau tipe orang yang berfikir panjang sangat berbeda dengan saya yang berfikiran gegabah!apalagi dalam suasana panic seperti itu.
Saya pun menelpon orang tua bagaimana aktivitas saya dan bagaimana stress saya. Libur satu minggu adalah kesempatan saya untuk liburan. Saya ingin liburan tetapi hari ini adalah hari paling sibuk buat relawan. so saya terpaksa meminta pertimbangan orang tua saya. Dan beliau memberikan bagaimana cara untuk mengambil keputusan. Saya pun memutuskan untuk liburan HANYA ke CIAMIS!pergi kesana mengantar saudara dari teman saya. Tapi saya harus pulang senin!tidak lebih untuk membantu teman teman saya di merapi. karena mengetahui kita akan pergi ke ciamis teman teman lain yang liburan ke bandung pun mengajak kami untuk berangkat bersama. Kami berangkat dengan mengendarai 3 mobil. Perjalanan melewati daerah purworejo yang sangat putih abu!lebih pekat daripada jogja waktu itu. Cuaca sangat cerah tapi pandangan sangat terbatas. 1 meter ada mungkin hanya putih. Tebalnya abu luar biasa. Kami berjalan lambat. Pukul 18.00 kami tiba di kebumen dan makan sore. Bertemu dengan sahabat kecil saya yang akan menjadi calon majikan saya, merupakan kakak dari teman saya kedokteran yang juga adalah seoang relawan!dia terkejut dan berkata sambil tertawa!”lho ngungsi juga din??”hahaha. apa yang harus saya katakan???dia bersama keluarganya,hahaha. Saya pun tertangkap basah.
Pukul 23.00 kami tiba di ciamis. Suasana kampung yang sejuk, indah, bunyi jangkrik, bener bener tentram, mungkin seperti merapi ketika terlihat cantik.
Minggu, 7 november 2010
Kepanikan masih terjadi!teman teman baik dari jogja, dari luar jogja dan bahkan yang sudah keluar jogja masih panik terhadap situasi yang ada di jogja!ini semua karena media, dan berita yang beredar!dramatisasi berita memang hebat dampaknya. Apalagi di suasana panik tiap orang percaya dan makan mentah mentah beritanya. Berkali kali saya mengajari bagaimana cara menilai berita!tapi itu tak mudah, saya sendiri dan berita disiarkan televise, Koran dan bersifat masa!ya kalian menang guys.
Dan Seperti saya duga, berbagai rayuan meminta saya untuk ikut ke bandung. Sangat ingin ke bandung tapi hati kecil dan pikiran saya hanya merapi dan keadaan teman teman. Saya harus pulang ke jogja esok!senin. itu yang tak bisa di tawar!lalu hari minggu itu saya pergi ke bandung bersama teman-teman. Karena memang setengah hati saya tak begitu merasa senang. Ya nikmatilah itu. Bahkan selama perjalanan saya merasa bahwa saya masih tetap berada di jogja. Hingga sore menjelang malam kita hanya berkutat untuk mencari penginapan!
Malam harinya kami pun pergi berbelanja. Saya dan teman teman masuk dari outlet satu ke outlet yang lain. Dan saya tidak mendapatkan satu barang pun! Saya tidak suka barang barang bandung! Terlalu fashion. Tidak tipe saya! Malah terlihat aneh.
Senin, 8 november 2010
Jadwal untuk saya kembali ke merapi, dan teman teman masih dilema untuk pulang atau ke Jakarta. Tapi saya tegas, dan itu tak bisa di tawar! Kami pun berpisah, saya dan teman saya menuju ciamis, ada yang ke bogor, purwokerto dan Jakarta. Sebelum pulang saya pun mencari oleh oleh titipan dari teman saya yang hebat itu. Anggit! Ya sebagai hadiah karena dia peduli.
Ke luar dari bandung cuaca hujan sangat lebat!petirnya mengerikan, tapi saya tidak takut petir!kita terus melaju menuju ciamis. Pikiran saya masih tentang merapi. saya langsung dipesankan tiket ke jogja pukul 23.00. terima kasih teman, dan saya meluncur menggunakan kereta api menuju Jogjakarta,hihihi. Saya sangat senang sekali!berbeda ketika meninggalkan jogja.
Selasa, 09.00 november 2010
Pukul 04.00 pagi saya tiba. Di stasiun tugu ternyata abu tidak begitu pekat. Langsung memesan taksi dan kembali ke kos, pagi hari saya menghubungi teman teman untuk berangkat bersama. Dan pukul 11.00 saya menuju ke mungkid magelang kembali menjadi seorang relawan. yeaaaaaah!saya lahir kembali.
Sebelum berangkat saya tidak lupa membeli pesanan buah buahan segar dan minuman ringan agar mereka senang. Dan saya ingin memberikan sedikit hiburan agar teman teman tidak terlalu stress. Saya pergi bersama dua orang teman relawan. yoga dan erna. Tiba di posko jalin merapi kami langsung bekerja di bagian logistic. Bertemu dengan teman teman sangat menyenangkan!dan yang mengejutkan mereka justru tertawa tawa tanpa ada yang terlihat mengeluh, tertekan dan lain lain.hahaha kalian adalah pengalaman terhebat guys.
Sama sekali tidak seperti yang saya bayangkan. Mereka malah bercerita itu sambil tersenyum, ya jelas kalian senang, kalian telah mendapat pengalaman seru. Saya saja menyesal kenapa setiap kali saya tidak berada disitu merapi baru marah besar! L (pikiran bodoh!). kita pun mulai bercanda sambil bekerja keras menyusun logistic, datang logistic, kirim logistic.
Di posko kami, alat komunikasi tergolong hebat. Sinyal kuat, ada radio komunikasi, dan radio FM untuk siaran!saya sempat siaran setelah dua tahun tidak memegang itu,hahaha. Tapi kalah jauuuuuuh dengan para penyiar aselinya yang sumpah!gokil abis, wowok dan jablay!penghangat suasana, lucu, creative dan memang ternyata seorang penyiar di radio komunitas milik band endank soekamti. Siaran mereka dulu bisa didengarkan melalui streaming yahoo.hihihi, sudah kubilang teman temanku orang hebat!
Malam itu hanya penuh canda dan tawa. Dan saya kebagian tidur di sela sela tumpukan kardus logistic dengan beralas karpet dan berbantal karung beras!hahaha, ini serius!pengalaman hebat!semoga tak termakan tikus!hahaha
Hal yang sama sekali tak terbayang bagi orang luar yang mungkin berfikiran bahwa kita tertekan dan panik atau bahkan jadi relawan itu susah!kita sama sekali tidak merasa itu, dan saya heran mengapa mereka menganggap kita hebat???padahal kita bersenang senang!mendapat pengalaman hebat!ntah yang lain tapi teman teman saya setiap saya Tanya apa alasan kamu jadi relawan, rata rata jawabannya “serunya itu lho, tantangan dll” tidak ada yang menjawab “pingin bantu orang susah!”mungkin itu alasan yang no. 2 or 3.
Hari ini saya mendapat temuan dan akan saya tulis di artikel “temuan”
Rabu, 10 november 2010
saya dipindah menuju ke bintaro, disana terdapat anak posko kami, di kordinir oleh teman teman dari universitas pancasila. perjalanan menuju bintaro, magelang melewati kebun dan jalanan debu abu!karena malam hari jadi sangat gelap!dan akibat paginya hujan maka jalanan begitu becek abu tebal kena air!*puff mencekam!tapi saya pernah melewati seperti itu, jadi biasa,he..teman teman dari uiversitas pancasila ternyata sangat active, temuan saya di hari selasa ternyata sudah direalisasikan oleh mereka. mereka membungkus sembako per kantong dan memberikan kepada tiap tiap warga. Mereka rajin guys, active dan produktif! Selasa ketika mereka baru tiba mereka langsung membersihkan jalan dari pohon pohon yang tumbang, ya!disitu semua serba patah, abu-abu karena abu!tapi malam itu mereka curhat kepada saya dan teman saya dedit tentang bagaimana kekhawatiran mereka!sekali lagi media menang!kasih dech tepuk tangan!*dan itu berarti pekerjaan buat saya.
cerita mereka dan perjalanan saya tentang kerusakan kebun akan saya tulis di “temuan”.
mereka itu terdiri dari 18 orang awalnya dari berbagai fakultas, psikologi, komunikasi dll. Mereka rajin! Saya sangat bangga pada mereka, sungguh!dan sekali lagi teman teman saya adalah orang hebat! Dan malam itu saya tidur di sofa yang tidak empuk dengan bantal tas ransel berisi pakaian saya. Membuat kepala saya menjadi sakit!tapi orang dulu bisa masa’ saya tidak???.
Sebelum saya tidur saya mulai terharu dan sekaligus sedih dengan pemandangan apa yang saya lihat! Perkebunan mereka, pertanian, usaha yang telah dibangun oleh masyarakat merapi semua tertimbun abu yang tebal dan ketika terkena hujan maka jadi lumpur!sehingga semua kebun, tanaman, dan mata pencaharian mereka pun hilang. Sungainya yang sangat keruh dan kental. Mereka semua harus memulai dari awal!dari nol!yang tersisa hanya bangunan rumah, perabotan pun hilang. Saat saya duduk di teras posko saya ingin menangis tapi harus kuat! Saat saya menulis ini pun bulu kuduk dan hati saya bergetar, sungguh itu pemandangan mengerikan.
Setiap anda akan memejamkan mata dan setiap anda akan menutup mata semua serba putih dan abu abu, melihat semuanya roboh dan mati!semoga korban merapi tetap tabah dan kuat.
Kamis, 11 november 2010
Pagi hari di bintaro saya melihat merapi berbentuk segitiga dan abu vulkanik yang dimuntahkan juga berbentuk segitiga terbalik!abunya lebih besar dari gunungnya!besaaaaaaaar sekali abunya, panjang dan melewati kita. Pemandangan yang menakjubkan sekaligus mengerikan. Ya itulha merapi, pukul 08.00 pagi teman teman universitas pancasila mulai menjalankan aktivitasnya saya pun kembali ke posko utama. Kembali melewati perjalanan yang mengerikan. Serba tumbang, putih dan abu. Jagungnya mati, kebun palawijanya juga mati tetapi padi yang baru ditanam terlihat hijau. Dan saya tiba di posko bersama orang orang yang terus bersemangat dan sangat menyenangkan.
Di posko pun rutinitas seperti biasa penerimaan bantuan dan pendistribusian logistik! Siang itu kami juga membersihkan atap rumah posko, dan tiba tiba ada berita menarik!teman teman bersama tim SAR merencanakan untuk ke srumbung! Mengambil sisa sisa logistic yang masih tertinggal! Ya saat semua panic, relawan dan warga panic semua harta benda ditinggalkan!termasuk logistic yang berada di srumbung! Hei itu desa tempatku dan teman teman dulu pertama bertemu, desa yang penuh dengan kenangan. Saya tak mungkin melewatkan untuk mendaftar ikut ke srumbung, dan saya itu berarti saya bersiap untuk melihat tempat mengerikan, dan menangis.
Saya dibonceng ke srumbung oleh teman saya. Melewati jalanan yang penuh dengan debu pekat jalanan magelang!!berasal dari merapi yang terus menerus memuntahkan material itu. Seperti dugaaan saya, pemandangannya begitu miris, melihat sungai yang kami lewati sangat pekat lahar dingin dan lahar dingin tersebut sudah mulai runtuh akibat terjangan air sungai!mau tahu seberapa tinggi lahar dingin yang runtuh???setinggi atap rumah satu lantai dan bahkan lebih!!tapi itu di sungai jadi tidak di rumah. Tapi entah juga klo ternyata ada lahar dingin tebal seperti itu yang sampai ke rumah penduduk. saya hanya melihat di sungai.
Kanan kiri hanyalah tumbuhan tumbuhan, rumah, kebun yang tertutup abu tebal dan terkena hujan menjadi lumpur. Kanan kiri hanyalah pohon pohon yang patah dan mati. Miris melihatnya, rumah-rumah pun rusak dan hampir ambruk. Dan fikiran saya hanya bagaimana nanti mereka akan memulai, bangkit, mereka semua harus dari nol!dan memang semua harus berawal dari nol.
Setibanya kami di bekas posko kami ternyata teman teman sudah tiba lebih dahulu. Mereka bersama tim relawan lain dengan mobil double kabin. Kami pun langsung bekerja memasukkan sisa sisa logistic kami ke mobil tersebut. Disitu kami bertemu dengan tuan rumah posko kami namanya mas muslim. Beliau adalah reporter sebuah radio swasta.
Beliau pun mulai bercerita bagaimana keadaan keluarga dan masyarakat disana.
Cerita mas muslim akan saya bahas di “temuan”. Beliau bercerita dengan tegar, kami masih bisa bercanda tersenyum kuat!tapi saya tahu ketika dia bercerita tangisnya tertahan guys! I swear, its true. Tapi satu pesan yang bisa saya ambil dari mulutnya “APAKAH SEMUA BISA BERAKHIR DENGAN HANYA MENANGIS??” beliau bilang semuanya habis, mungkin bagi dia yang memiliki penghasilan lain masih tidak apa-apa. Tetapi bagaimana dengan yang lain yang hanya bergantung pada hasil petanian???mungkin rumahnya rusak dan hampir roboh tapi melihat rumah rumah yang lain yang lebih parah mungkin “BELIAU MASIH HARUS LEBIH BERSYUKUR”. Dan beliau pun masih bisa tertawa riang, kami minum air kelapa yang sangat menyegarkan. Makan salak yang manis tapi saya saya tahu bahwa mas muslim tangisnya tertahan. Dia orang yang kuat guys! Dia bercerita tentang keluarganya yang telah diungsikan ke serang banten sedangkan istri dan anaknya telah berada di kantor tempatnya bekerja.
Pulang dari srumbung saya membawa sekeranjang telur, berat dan kotor sudah hampir tertutup lumpur. Berat dan kami menyempatkan untuk berhenti di sungai itu lagi, memotret pemandangan yang mengerikan itu, semua hancur guys!sangat menyeramkan. Dimana mana tertutup lumpur. Dulu saat saya berada disana, disana sangat indah dan terlihat subur, airnya bening dan udaranya pun segar. Tapi sekarang menjadi tempat yang penuh dengan lumpur dan keruh.
Mas muslim saya janji akan membawa cerita saya ke teman teman dan saya akan berusaha untuk memberikan hadiah ke mas muslim karena dulu sudah baik melayani kami dan memberi tempat kepada kami untuk berteduh. Semoga cerita anda akan didengar dan semua pulih seperti sedia kala.
Pulang menuju posko sejujurnya saya hanya ingin menangis melihat pemandangan itu, tapi saya harus menjadi seorang yang kuat. Yap yap yap kuat!*puff sangat susah guys setelah melihat dengan mata kepala sendiri dan mendengar cerita dari seorang korban, itu berat memulai semua dari nol. Semua yang tlah diusahakan, dibangun tiba tiba hilang. Tiba di posko saya langsung kembali menyusun logistik.
Kebetulan ketika hati saya bergejolak mengingat keadaan korban merapi saya bertemu dengan para anggota LSM combine, saya bercerita beberapa temuan saya, dan sangat lega ketika mereka mengatakan, “tenang diiin, semua itu ada dananya, dari pemerintah, LSM dll”. Syukur dech!saya tetap tak tinggal diam.
Setelah itu kami relawan jalin merapi kami sedikit menghibur diri dengan bermain gitar lalu saling bercerita dan yang tidak menyenangkan tema cerita kami adalah horror! Dan hantu. Kenapa mereka tidak memilih tema tema tetang dewi persik atau Julia perez???saya tidak tahu. Huh!
Pukul 21.00 seperti biasa radio jalin merapi 107.85 FM mulai mengudara, hahaha. Ya kita harus menghibur diri seperti ini agar tiak semakin larut dan ttap bersemangat!
Jumat, 12 november 2010
Dan saya baru teringat bahwa hari itu adalah Jadwal saya untuk pulang kembali ke kos. Mengerjakan tugas melasanakan kewajiban saya sebagai seorang mahasiswa pasca sarjana. Tapi motor saya sedang bocor bannya, dan dari hari rabu saya terus mencari kunci motor saya di bintaro tapi tidak saya temukan, padahal katanya begitu saja tidak dicabut dari motor. Pukul 11.30 sebelum sholat jumat, saya mendapatkan sms dari pihak kampus bahwa kampus saya di liburkan hingga tanggal 22 november 2010. Wah itu berarti saya bisa berada lama di pos pengungsian!hihihi. tapi melihat teman teman kampus malah mulai merasa bosan dengan liburan maka saya pancing mereka dengan cara mengajak salah satu teman saya jalan jalan melanjutkan liburan! Dan seperti dugaan saya beberapa dari mereka pun terpancing!hihihi. berita tersebut pun membuat saya berleha leha dengan melupakan untuk mengurus motor saya.
Setelah selesai sholat jumat saya dan teman teman universitas pancasila berbincang bincang mereka memberitahukan laporannya mengenai trauma healing yang mereka adakan. Sangat menakutkan!tingkat trauma pada anak anak korban merapi sangat tinggi ternyata.
Pukul 15.00, kunci motor saya ketemuuuuuuuuu ternyata di posko!di jendelanya. Hahaha senang sekali rasanya, tapi sudah sore, wes besok saja!pikiran saya begitu.
Pukul 17.20 sore hari, saya mendapat sms dari pihak kampus bahwa perkuliahan dimulai senin 15 november 2010!lho????piye toh???Sudahlah!sudah malam, bengkel juga mana ada yang buka!tugas juga belum. Dan malam harinya saya pun kembali ke bintaro karena ada undangan dari desa untuk makan malam, ucapan terima kasih dan selamat berpisah untuk temen temen relawan universitas pancasila. dalam acara tersebut saya tidak lupa bertanya kepada warga setempat bagaimana keadaan mereka di merapi. ternyata keadaan mereka juga sama seperti pengungsi. Kasihan, trauma mereka dan mata pencaharian mereka lumpuh!ini akan saya bahas di “temuan”. Saya berfikir bahwa kali ini saya tidak boleh tinggal diam, saya harus menolong, bagaimanapun caranya itu!cerita itu akan saya bawa!
Malam itu saya kembali ke posko karena teman saya harus pulang kembali ke Jogjakarta.
Sabtu, 13 november 2010
Pagi itu saya melihat bapak bapak kampung sedang membersihkan masjid dekat posko saya. Saya pun akhirnya membantu, masa’ yang muda diam saja!tapi oh ternyata mereka sangat kuat, beberapa menit saja saya sudah K.O.! mereka masih seperti biasa saja, terus bekerja. Istirahat dan duduk di pelataran masjid. Di depan mata saya adalah hamparan sawah luas dan terlihat dengan jelas gunung merapi yang terlihat cantik, langit biru dan memang ada sedikit awan menyembul dari pucuknya.
Kemudian dijamu dengan teh hangat dan sukun goreng!yummiiii, enak sekali!setelah itu saya kembali pergi ke bintaro, menjenguk dan mengobati motor kesayangan saya. Di tengah jalan tepatnya di candi (yang saya lupa namanya) saya bertemu dengan teman teman universitas pancasila tengah berjalan jalan, kita pun makan jajanan kampung yang cukup enak, saya pun memotret candi dengan kamera hp saya. Bentuk candinya berubah!di ukir oleh merapi dengan abunya yang tebal!tapi air di sungainya sudah terlihat tidak terlalu kental dan deras, menandakan lumpur lahar dingin sudah mulai berkurang. Saya pun melanjutkan perjalanan ke pos mereka. saya melirik sepeda motor saya yang kasihan berselimut abu berhari hari. Dengan segera saya membawanya ke bengkel tambal ban agar saya bisa pulang!di tambal ban si tukang pun bercerita bagaimana tentang merapi, tahun 2010, tahun 1975an dan yang paling hebat saya lupa tahunnya. Koq jadi miris ya???dan ada kesamaan dengan cerita cerita dari mas muslim serta warga warga lain korban merapi.
Setelah itu saya pulang ke posko dan menitipkan motor saya ke bengkel mesin sepeda motor. Dan saya pun kembali membantu angkut angkut logistik pemberian dari dermawan. Tiba tiba kami kedatangan teman teman dari jurusan ilmu komunikasi universitas diponegoro. Mereka meminta kami untuk mengantarkan sumbangan mereka ke pos pengungsian, saya pun ikut!kesempatan saya untuk bertanya ke pengungsi pengungsi yang lain.
Tujuan kami yang pertama adalah ke sawangan. Kami melewati pemandangan sawah yang indah dan pemandangan letusan gunung merapi seperti yang di Koran dan TV TV itu. Benar benar besar dan dahsyat. Kami melihatnya dengan takjub tapi tak sedikitpun rasa takut, seperti pemandangan yang biasa. Bumbungan asap mirip ledakan bom atom yang tinggi!karena jauh maka kami melihat asapnya seperti tidak bergerak!mirip sekali yang di gambar gambar itu. Tiba di sawangan (saya lupa nama dusunnya) ternyata masyarakat di daerah ini sama seperti di bintaro tidak sampai mengungsi tapi perekonomian mereka mati. Cerita mereka juga akan saya tulis di “temuan”. Dan kami pun masih bisa bersenda gurau dengan mereka.
Tujuan kedua kami lokasinya di dekat candi mendut, sungai elo. Disitu terdapat anak kecil, dan saya melihat mereka sedang bermain main. Ini kesempatan saya untuk mengajaknya bermain dan bertanya Tanya kepada ibunya. Ibunya lalu bercerita banyak tentang malam letusan merapi. hujan abu dan utusan sang suami agar tidak tidur. Bunyi hujan pasir dan kerikil menambah cekam malam itu. Mondar mandir sang ibu sambil menggendong anaknya yang sedang menangis. Beliau memiliki anak berusia 2-3 tahun dan satu lagi TK. Anaknya yang kecil itu bahkan berkata “buuuuu…wedi” (ibuuuu, takuuuut..). dan sampai sekarang si anak tidak mau diajak pulang setiap melihat merapi. sangat mengharukan.
Ibu tersebut berasal dari desa srumbung. Desaku waktu itu. Tapi dia di bawah sedangkan saya diatas. Telah berpindah lokasi pengungsian sebanyak 3 kali. Dan dilokasi ketiga ini beliau belum memiliki kasur bayi dan perlak.
Pulang dari situ kami pun kembali ke posko dan berpisah dengan teman teman dari universitas diponegoro. Di posko saya langsung menyantap makanan karena lapar belum makan, bersiap kembali menuju kos pukul 19.00 dan yang ada di benak saya kali ini adalah SAYA INGIN MENULIS BERBAGI PENGALAMAN UNTUK MERAPI.
23.40
Rizqi Syfruddin