Jumat, 04 Maret 2011


Ayo ke Taman Sari!

Salah satu tempat wisata yang wajib dikunjungi di Yogyakarta adalah Taman sari. Tempat ini pada awalnya memiliki nama “ the Fragnant Garden”. Taman Sari didirikan ketika masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I dan baru selesai ketika masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono II. Memiliki arsitektur unik, yang merupakan perpaduan antara eropa, dan mongol. Meskipun bangunan taman sari mengalami beberapa kali pemugaran, anda tidak usah khawatir, karena arsitektur bangunan ini masih dipertahankan keasliannya.
Akses menuju taman sari terbilang mudah, karena tempatnya tidak begitu jauh dari jalan malioboro, dengan hanya membayar becak Rp 10ribu anda bisa tiba di taman sari. Atau jika anda menggunakan kendaraan pribadi anda bisa menuju taman sari dengan mengikuti rambu-rambu lalulintas yang memandu anda kesana.


Tiket masuk taman sari cukup terjangkau yaitu dua ribu rupiah untuk satu orang wisatawan, akan tetapi jika anda membawa kamera maka anda dikenakan tarif empat ribu rupiah saja. Jika anda ingin mengetahui seluk beluk taman sari secara lebih lengkap anda bisa menyewa pemandu wisata (guide) dengan harga Rp 10ribu per guide, dan itu sangat murah apalagi jika anda berombongan masuk ke dalam tempat ini.
Pintu gerbang masuk taman sari saat ini awalnya adalah pintu gerbang kedua, sedangkan pintu gerbang utama berada di sebelah barat. Karena telah di penuhi oleh pemukiman penduduk, akhirnya pintu gerbang beralih ke pintu gerbang kedua.

Ketika anda memasuki taman sari anda akan melihat bangunan kecil mirip seperti gardu pos kampling, awalnya gardu tersebut adalah tempat para musisi gamelan memainkan musiknya, sedangkan lapangan di depan gamelan-gamelan adalah tempat para penari menghibur raja. Sedangkan tempat wisatawan awal kali memasuki komplek taman sari awalnya adalah pintu gerbang kedua dan merupakan bangunan tempat sultan menikmati tarian dari para dayang.





Sesuai dengan namanya, taman sari merupakan tempat beristirahat dan berwisata sultan hamengku buwono bersama para selirnya. Awalnya, tempat memiliki luas 10 hektar, terdapat 57 bangunan berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, dan danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Awalnya kebun ini membentang dari barat daya komplek kedhaton sampai ternggara komplek magangan. Namun sekarang, sisa-sisa bagian taman sari yang dapat dilihat hanyalah bagian yang berada di barat daya komplek kedhaton saja.
Bangunan taman sari sebenarnya memiliki banyak filosofi. Misalnya pintu-pintu yang ada di dalam bangunan taman sari dibuat rendah, hal itu supaya orang yang melewati pintu tersebut menundukkan kepalanya, memiliki filosofi supaya setiap orang menghormati dan memperhatikan orang-orang yang ada di bawah. Lalu ukiran-ukiran di dalam taman sari ada yang melambangkan waktu pembangunan taman sari. Tangga lima yang ada di dalam benteng melambangkan rukun Islam.
Di dalam komplek bangunan taman sari juga terdapat bekas tempat tidur sultan. Terbuat dari bahan beton dengan beralas kayu yang dilapisi tikar daun kelapa (baca: getepe). Dibawah getepe terdapat semacam tungku untuk membakar daun wewangian sebagai aroma terapi bgi sang sultan. Tempat tidur sultan ini telah berusia 2,5 abad.
Selain sebagai tempat beristirahat dan berwisata, taman sari juga digunakan sebagai benteng pertahanan Sultan menghadapi serangan musuh, sehingga di dalam taman sari terdapat lorong-lorong bawah tanah mirip goa menuju tempat-tempat rahasia.
 Tidak hanya menjual bangunan, taman sari juga memanjakan wisatawan dengan keramahan dan budaya masyarakat jogja yang khas. Wisatawan dapat melihat pembuatan-pembuatan barang traditional jogja seperti, batik tulis, dan wayang. Makanan-makanan zaman dulu seperti gulali pun masih dapat dijumpai di sekitar tempat ini.

Karena keistimewaan-keistemawaan tersebut taman sari sering menjadi tujuan wisatawan bukan hanya untuk sekedar berwisata tetapi juga sebagai lokasi yang tepat untuk pemotretan. Wisatawan-wisatawan tersebut tidak hanya datang dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri. Mereka tidak akan melewatkan tempat ini apabila berkunjung ke jogjakarta